Percintaanku dengan Sulasmi pelajar kelas 3 SMP
sudah berjalan hampir setahun. Itulah yang tidak habis dalam benakku sampai
sekarang. Duh, untung saja tidak sampai hamil dan seandainya hamil pupus sudah
cita-citaku dan mungkin tidak seperti sekarang ini. Ekonomiku relatif baik,
seorang isteri yang bekerja sebagai perawat, satu anak dan aku sendiri seorang
karyawan swasta dikotaku Semarang.
Aku memiliki seorang baby siter umurnya 19
tahun, dan dia ternyata naksir berat sama aku. Bila istriku dinas malam pasti
dialah yang akan menemaniku di ranjang, kami bertempur habis-habisan 3 sampai 4
kali. Sempat kasusku ini masuk koran lokal, dimana anakku dilarikan baby
siterku karena minta di kawin olehku, ampun deh. Nanti bagian aku ceritakan
tersendiri.
Aku sangat akrab dengan teman-teman kosku, dapat ditebak aku lebih dekat dengan
mbak Srini seorang guru SD, usianya terbilang jauh denganku yang saat itu
berusia 16 tahun dan dia 26 tahun. Mbak Srini berasal dari kota Klaten,
berambut sedikit keriting sebatas bahu dengan tinggi sekitar 160-an, postur
tubuhnya biasa dan warna kulitnya menandakan orang Jawa asli berwarna sawo
matang, coklat kekuningan berbeda dengan Lasmi coklat kehitaman. Apalagi
tempiknya, setelah aku gosok-gosok dengan tanganku dan kontolku mungkin
membantu mempercepat hormon kewanitaannya, rambut tempiknya semakin lebat
ha…ha…
Suatu malam, aku ingat waktu itu aku habis menyetubuhi Lasmi aku tidak bisa
tidur padahal hujan turun dengan derasnya. Mustahil malam-malam begini apalagi
hujan deras aku ketok jendela Lasmi, bisa-bisa berabe. Lalu aku keluar kamar,
hanya bercelana dalam, berkaos oblong dibalut kain sarung iseng aku berjalan di
samping rumah.
Jam menunjukkan pukul 10.30 saat aku berada di samping jendela kamar mbak
Srini, lampu kamarnya masih menyala. Ada celah di jendela kamarnya, kamar kami
semua dari kayu hanya kamar depan yang menghadap kejalan dari nako.
Untuk kisah selengkapnya silahkan download di bawah ini.
