Udiyani
adalah pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel agent di Bali, sebelum
aku pindah ke Lombok untuk menjadi pemain
musik di cafe. Dengan senyum kemenangan dia mendatangi aku yang sedang berdiri
tak jauh dari tempat parkir sepeda motor.
"Mas
Adiet.. Aku lulus..," teriaknya sembari memeluk aku.
Yang
aku sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat.
"Syukur
deh.. Sayang kamu bisa lulus" ujarku ikut gembira.
Sesuai
rencana sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani apabila dia
lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya dia menyelesaikan masa
SMU dengan baik.
Tanpa
menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan
siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata yang menawarkan
pemandangan alam pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi menjelang senja
dinginnya sampai menusuk tulang.
Dengan mengendarai motor, aku menjalankannya
tanpa perlu terburu-buru, karena aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah
berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat,
sesekali dia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang
berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak
kelakianku mulai tergoda dengan adanya cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut. Silahkan baca kisah panasnya dengan melakukan download dibawah ini.
